Klubfuad’s Blog

Obat Kuat Berbahaya

Posted by: klubfuad on: Desember 2, 2008

Hati-hati memilih obat yang beredar dipasaran, jika tidak yakin benar akan keamanannya atau tidak mengetahui secara pasti kandungan yang ada dalam obat tersebut lebih baik tidak membeli atau tanyakan dahulu ke balai POM (bias lewat email atau telepon kok)

Setelah kasus makanan bermelamin yang sebagian produk impor dari cina kini BPOM juga telah mengumumkan dan menarik dari peredaran sejumlah obat kuat yang sebagian besar produk dari impor, BPOM telah menarik 22 item produk obat kuat dari peredaran. Semua produk tersebut positif mengandung bahan kimia obat keras jenis Sildenafil Sitrat dan Tadalafil.

Dari 22 item ini 5 di antaranya adalah obat tradisional import, 14 obat tradisional, 1 suplemen makanan impor, dan 2 suplemen makanan lokal. Merk ke-22 item produk tersebut antara lain:

1. Blue Moon (Tadafil)
2. Caligula Kapsul (Sildenafil Sitrat)
3. Cobra-X Kapsul (SS)
4. Hwang Di Shen Dan (SS)
5. Kuat Tahan lama Serbuk (SS)
6. Lak Gao 69 (SS)
7. Lavaria (SS)
8. Maca Gold (SS)
9. Manovel (T)
10. Okura (SS)
11. Otot Madu (SS)
12. Rama Stamin (SS)
13. Sanomale (T)
14. Sari madu kapsul (SS)
15. Stanson (SS,T)
16. Sunny Zang Wang Xiong Ying Dan Pil (SS)
17. sunny zang wang xiong ying kapsul (SS)
18. Teraza (SS)
19. Top one kapsul (SS)
20. Tripoten (T)
21. Urat perkasa kapsul (SS)
22. Zu-Mex (T)

BPOM menyerukan kepada semua pihak agar tidak mengkonsumsi produk-produk tersebut. Apabila masyarakat yang memerlukan info lebih lanjut dapat menghubungin Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM di Jakarta dengan no 021-4263333 atau Balai POM seluruh Indonesia

Kita mempunyai badan yang meneliti tentang obat-obatan, mengapa tidak kita manfaatkan.

Seledri

Posted by: klubfuad on: Desember 2, 2008

Apii Graveolens Herba (Herba Seledri)

Spesies: Apium graveo;ens L

Deskripsi

Seledri merupakan tumbuhan dataran tinggi, yang ditemukan pada ketinggian di atas 900 m dpl. Di daerah ini seledri yang tumbuh memiliki tangkai daun yang menebal. Untuk pertumbuhannya, seledri memerlukan cuaca yang lembab. Seledri juga bias ditanam di dataran rendah. Hanya saja ukuran batangnya menjadi lebih kecil dan digunakan sebagai penyedap masakan. Seledri terdiri dari tiga jenis yaitu seledri daun, seledri potongan dan seledri berumbi.

Seledri yang banyak ditanam di Indonesia adalan seledri daun. Terna, tumbuh tegak, tinggi sekitar 50 cm dengan bau aromatic yang khas. BAtang persegi, beralur, beruas, tidak berambut, bercabang banyak, berwarna hijau pucat. Daun majemuk menyirip ganjil dengan anak daun 3-7 helai. Anak daun bertangkai yang anjangnya 1-2,7 cm, helaian daun tipis dan rapuh, pangkal dan ujung runcing, tepi beringgit, panjang 2-7,5cm, lebar 2-5 cm, bertulangan menyirip, berwarna hijau keputih-putihan. Bunga majemuk berbentuk paying 8-12 buah, kecil-kecil, berwarna putih, mekar secara bertahap. Buahnya buah kotak, berbentuk kerucut, panjang 1-1,5 mm, berwaarna hijau kekuningan.

Seledri dipanen setelah berumur 6 minggu sejak ditanam. Tangjkai daun yang agak tua diptong 1 cm di atas pangkal daun. Daun muda dibiarkan tumbuh untuk dipanen kemudian. Tangkai daunnya yang berdaging dan berair dapat dimakan mentah sebagai lalap, sedangkan daunnya digunakan untuk penyedap sup. Jika seledri ditanam di daerah tropic, ukuran batangnya kurang besar sehingga seluruh bagian tanaman digunakan sebagai sayur. Seledri dapat diperbanyak dengan biji. Herbal berbau aromatic, rasanya manis, sedikit pedas dan sifatnya sejuk.

Bagian yang digunakan adalah seluruh herbal, akar dan biji dari buah masak. Seledri berasal dari daerah subtropik Eropa dan Asia.

Kandungan Kimia

Herbal seledri mengandung flavonoid, saponin, tannin 1%, minyak atsiri 0,033%, flavor-glukosida (apiin), apigenin, kolin, lipase, asparagin, zat pahit, vitamin (A,B dan C). Setiap 100 g herbal seledri mengandung air sebanyak 93 ml, protein 0,9 g, lemak 0,1 g, karbohidrat 4 g, serat 0,9 g, kalsium 50 mg, besi 1 mg, fosfor 40 mg, yodium 150 mg, kalsium 400 mg, magnesium 85 mg, vitamin A 130 IU, vitamin C 15 mg, riboflavin 0,05 mg, tiamin 0,03 mg dan nikotinamid 0,4 mg. Akar mengandung asparagin, manit, zat pati, lender, minyak astiri, pentosan, glutamine dan tirosin. Biji mengandung apiin, minyak menguap, apigenin dan alkaloid.

Efek Farmakologi

Alkaloid yang terkandung dalam seledri mempunyai efek sedative dan antikonsulvan pada tikus.

Indikasi

Antiansietas

Penyiapan dan dosis

Cuci 100g seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya direbus sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic yang bukan terbuat dari logam. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

Macam-macam Sediaan Herbal

Posted by: klubfuad on: Desember 2, 2008

Macam Sediaan Herbal

Infusa (infuse)

Infus adlah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi simplesia nabati dengan air pada suhu 900C selama 15 menit. Pembuatan infuse merupakan cara yang paling sederhana untuk membuat sediaan herbal dari bahan yang lunak seperti daun dan bunga. Dapat diminum panas atau dingin. Khasiat sediaan herbal umumnya karena kandungan minyak atsiri yang akan hilang apabila tidak menggunakan penutup pada pembuatan infuse.

Pembuatan:

Campur simplesia dengan derajat halus sesuai dalam panic dengan air secukupnya,panaskan di atas tanga air selama 15 menit terhitung mulai suhu mencapai 90 derajat C sambil sekali-kali diaduk. Serkai selagi panas melalui kain fanel, tambahkan air panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume infuse yang dikehendaki. Infus simplesia yang mengandung minyak atsiri, diserkai setelah dingin. Infus simplesia yang mengandung lender tidak boleh diperas. Infus simplesia yang mengandung glikosida antrakinon, ditambah larutan natriumkarbonat P 10% dari bobot simplesia.

Dekokta (Dekok)

Dekok adalah sediaan cair yang dibuat dengan mengekstraksi sediaan herbal dengan air pada suhu 90 derajat C selama 30 menit.

Pembuatan:

Campur simplesia dengan derajat halus yang sesuai dalam panic denngan air secukupnya, panaskan di atas tangas air selama 30 menit terhitung mulai suhu mencapai 90 derajat C sambil sekali-kali diaduk. Serkai selagi panas malalui kain flannel, tambahkan air panas secukupnya melalui ampas hingga diperoleh volume dekok yang dikehendaki, kecuali dekok dari simplesia Condurango Cortex yang harus dilaksanakan setelah didinginkan terlebih dahulu jika tidak ditentukan perbandingan yang lain dan tidak dipergunakan 10 bagian dari bahan dasar atau simplesia.

Tea (The)

Pembuatan sediaan the untuk tujuan pengobaatan banyak dilakukan berdasarkan pengalaman seperti pada pembuatan infuse yang dilakukan pada the hitam sebagai minuman.

Pembuatan:

Air mendidih dituangkan ke simplesia, diamkan selama 5-10 menit dan saring. Pada pembuatan sediaan the, beberapa hal perlu diperhatukan yaitu jumlah simplesia dan air. Jumlah dinyatakan dalam takaran gram sedangkan air dalam takaran ml.

Gargarisma dan kolutorium (Obat kumur dan obat cuci mulut)

Obat kumur dan obat cuci multu umumnya mengandung bahan tanaman yang berkhasiat sebagai astrigen yang dapat mengencangkan atau melapisi selaput lender mulut dan tenggorokan dantidak dimaksudkan agar obat menjadi pelindung selaput lender. Obat kumur dan obat cuci mulut dibuat dari sediaan infuse, dekok atau tingtur yang diencerkan.

Sirupi (sirup)

Sirup adalah sediaan berupa larutan dari atau yang mengandung sakarosa. Kecuali dinyatakan lain, kadar sakrosa tidak kurang dari 64,0% dan tidak lebih dari 66,0%

Pembuatan:

Kecuali dinyatakan lain,sirup dibuat sebagai berikut: Buat cairan untuk sirup, panaskan, tambahkan gula, jika perlu didihkan hingga larut. Tambahkan air mendidih secukupnya hingga diperoleh bobot yang dikehendaki, buang busa yang terjadi, serkai. Pada pembuatan sirup dari simplesia yang mengandung glikosida antrakinon, ditambahkan natriumkarbonat sejumlah 10% borot simplesia. Kecuali dinyatakan lai, pada pembuatan sirup simplesia untuk persediaan ditambahkan metal paraben 0,25% b/v atau pengawet lain yang sesuai.

Tinctura (Tingtur)

Tingtur adalah sediaan cair yang dibuat dengan cara maserasi atau perkolasi simplesia dalam pelarut yang tertera pada masing-masing monografi. Kecuali dinyatakan lain, tingtur dibuat menggunakan 20% zat khasiat dan 10% untuk zat khasiat keras.

Extrcta (Ekstrak)

Ekstrak adalah sediaan kering, kental atau cair dibuat dengan penyari simplesia menurut cara yang cocok, diluar pengaruh cahaya matahari langsung. Ekstrak kering harus mudah digerus menjadi serbuk.

Apotik Online

Posted by: klubfuad on: November 29, 2008

Boleh jadi, perkembangan teknologi membuat semua hal yang berbau konvensional menjadi kuno. Dan hasilnya adalah kenyamanan, juga efisiensi bagi para penggunanya. Dan kini, hal itu juga berlaku buat para konsumen produk obat-obatan dan kesehatan.

Biasanya, jika ingin menebus resep atau mencari obat, kita mesti jalan ke apotik terdekat. Namun kini, dengan fasilitas internet, tak perlu lagi bersusah payah. Transaksi macam ini sudah lumrah bagi masyarakat Amerika Serikat.

Di Indonesia, jumlah layanan apotik online ini masih bisa dihitung dengan jari. Sebab teknologi internet masih tergolong barang baru di sini. Konsep apotik online adalah bagaimana memberikan layanan kesehatan, baik obat-obatan, vitamin dan suplemen, kosmetika, toiletris, maupun perlengkapan kesehatan. Mereka berorientasi pada konsumen melalui pemanfaatan teknologi. ” konsumen cuma meng-klik pesanannya, lalu barangpun akan tersedia.”

Transaksi obat lewat apotik online bisa lancar asalkan sesuai dengan prosedur. Umumnya, prosedur apotik online yang berlaku (di amerika serikat) adalah: pertama, konsumen membuka saebuah account pada suatu apotik online yang terdaftar. Kemudian mendaftarkan kartu kredit dan informasi asuransi yang dimiliki. Setelah mendapatkan sebuah account, konsumen harus menyerahkan atau menulis resep asli yang ingin ditebus pada formulir online.

Untuk memastikan kevalidannya, dokter yang memberi resep bisa dikontak lewat telepon aatau e-mail. Atau, bila tidak tersedia formulir online konsumen dapat mengirimkan resep aslinya lewat faksimili atau e-mail. Setelah itu, konsumen tinggal menunggu datangnya obat.

Prosedur pemesanan pada apotik online lokalpun tidak jauh berbeda. Hanya saja, prescription online untuk obat ethical masih belum memadai, kecuali untuk obat-obatan OTC, vitamin, suplemen kesehatan, atau produk kesehatan lainnya.

Setiap teknologi tentunya ada kelemahannya. Tidak terkecuali, fasilitas ini pun punya lubang yang bisa disusupi. Banyak orang percaya, dinding fasilitas online sangat tipis, sehingga memudahkan penyalahgunaannya. Dalam apotik online, mungkin saja terjadi penyelewengan pemesanan oleh konsumen.

Untuk mengurangi resiko kebobolan, pengusaha apotik online memasang jurus-jurus tertentu. Misalnya, cuma mau melayani pemesanan obat-obatan yang tidak masuk daftar psikotropika dan narkotika. Untuk obat-obat yang masuk kategori tersebut, diberlakukan prosedur yang ekstra ketat. Tak ada sarana order online, semua permintaan obat daftar psikotropika dan narkotika harus mereka konfirmasikan lebih dulu kepada dokter pembuat resep.

Selain kemungkinan distorsi dari konsumen, tidak tertutup kemungkinan pula kemungkinan penyelewengan dari situs-situs apotik online yang tidak bertanggung jawab. Obat palsu, obat yang tidak terdaftar, obat substandar, serta obat kadaluwarsa bisa beredar di jalur distribusi maya ini. Dan dalam hal ini, konsumenlah yang harus berhati-hati. Khususnya dalam memilih situs apotik online.

 

November 2009
S S R K J S M
« Des    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Klik tertinggi

  • Tidak ada